Minggu, 17 Desember 2023

 

Berikut potensi wisata yang dikembangkan di Desa Banyuurip:

Sumur Beji

    Sumur Beji merupakan sumur peninggalan Pangeran Joyokusumo pada masa Kerajaan Majapahit. Mata air sumur tersebut berawal dari tancapan keris Panubiru milik Pangeran Joyokusumo karena Nyi Putri Galuhwati haus meminta minum, asal mula nama Banyuurip karena dari tancapan keris muncul air, dinamakan beji yang berarti sumur. Air dari sumur tersebut menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar sehingga daerah tersebut dinamakan “Toya Gesang” lambat laun berubah menjadi Banyuurip.

Goa Tritis

    Goa Tritis merupakan tempat berkarya Empu Suradahana berada di tebing/ tritis.

Goa Siwunung
    Kono dulu Goa Siwunung merupakan tempat peminjaman gamelan secara gaib, dinamakan siwunung karena gamelan tersebut kalau dipinjam datang dengan sendirinya dan kembali dengan sendirinya juga, dan menjadi kediaman Syeh Wunung makanya dinamakan siwunung).

Punden Parigi

    Situs Punden Parigi merupakan bangunan joglo kecil yang berukuran 3,2m x 3,2m berlantai ubin putih yang digunakan sebagai tempat pertapaan seorang pangeran yang berasal dari Majapahit (menurut babad Banyuurip). Di dalam bangunan tersebut terdapat batu bekas tempat duduk Pangeran Joyokusumo, batu lutut, batu dakon, batu lumpang, dan sebuah yoni sebagai tempat menampung air untuk membasuh muka. Petilasan dan tempat muksa Pangeran Joyokusumo dan sampai sekarang banyak dikunjungi sebagai tempat menyepi juga setiap tahun sebagai tempat Merti Desa dengan kegiatan pentas wayang kulit).

Masjid Banyuurip
    
    Masjid ini dibangun Ki Guru Wonosalam yang sekarang disebut masjid besar kecamatan Banyuurip.

Pasar Senin
    Pasar Senin merupakan tempat bermain/pasaran Nyi Putri Galuhwati dan hanya pada hari Senin, sampai sekarang masih dipercaya sebagai tempat “midhang” bagi orang yang sembuh dari sakit ataupun terkabul hajatnya).

Sumur Tinatah

    Sumur Tinatah merupakan sumur kembaran dari Sumur Beji. Sumur Tinatah dibuat oleh Ki Manguyu untuk mandi Nyi Putri Galuhwati waktu hamil dengan tujuan kalau lahir putra kelak tampan dan lahir putri kelak cantik, sekarang banyak diambil airnya untuk syarat 7 bulanan orang hamil dan untuk siraman calon pengantin, dinamakan tinatah karena buatan tangan atau dengan istilah ditatah)

Makam Gedhe

    Makam Gedhe merupakan tempat dimakamkannya Nyi Putri Galuhwati dan Ki Manguyu.

Kolam Masjid

    Kolam Masjid dibangun oleh Ki Guru Wonosalam, dahulu sebagai tempat berwudlu yang airnya tidak pernah kering).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar