Selasa, 19 Desember 2023

 

 Pelatihan blog desa oleh Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta



Pelatihan penggunaan blog desa dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Desember 2023 oleh mahasiswa KKN UNY Yogyakarta bertempat di ruang kerja Pemerintah Desa Banyuurip.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan perangkat desa tentang sarana publikasi berita tentang desa.

Pelatihan diikuti oleh perangkat desa Banyuurip. 



Share:
 


 

PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Dilansir dari laman Kemensos, program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. PKH adalah program yang dibuat sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan


Share:

Senin, 18 Desember 2023

 

 

Kantor Balai Desa Banyuurip 
Alamat : Juru Tengah, Banyuurip, Kec. Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54171 
Email : desabanyuurip@gmail.com 
Facebook : Desa Banyuurip 
Blog Desa : desabanyuurippurworejo.blogspot.com 
Kontak WA : 08158095909 (Istiawan Hadi Suprapto : Kasi Pemerintahan)

Share:

Minggu, 17 Desember 2023

 

Berikut potensi wisata yang dikembangkan di Desa Banyuurip:

Sumur Beji

    Sumur Beji merupakan sumur peninggalan Pangeran Joyokusumo pada masa Kerajaan Majapahit. Mata air sumur tersebut berawal dari tancapan keris Panubiru milik Pangeran Joyokusumo karena Nyi Putri Galuhwati haus meminta minum, asal mula nama Banyuurip karena dari tancapan keris muncul air, dinamakan beji yang berarti sumur. Air dari sumur tersebut menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar sehingga daerah tersebut dinamakan “Toya Gesang” lambat laun berubah menjadi Banyuurip.

Goa Tritis

    Goa Tritis merupakan tempat berkarya Empu Suradahana berada di tebing/ tritis.

Goa Siwunung
    Kono dulu Goa Siwunung merupakan tempat peminjaman gamelan secara gaib, dinamakan siwunung karena gamelan tersebut kalau dipinjam datang dengan sendirinya dan kembali dengan sendirinya juga, dan menjadi kediaman Syeh Wunung makanya dinamakan siwunung).

Punden Parigi

    Situs Punden Parigi merupakan bangunan joglo kecil yang berukuran 3,2m x 3,2m berlantai ubin putih yang digunakan sebagai tempat pertapaan seorang pangeran yang berasal dari Majapahit (menurut babad Banyuurip). Di dalam bangunan tersebut terdapat batu bekas tempat duduk Pangeran Joyokusumo, batu lutut, batu dakon, batu lumpang, dan sebuah yoni sebagai tempat menampung air untuk membasuh muka. Petilasan dan tempat muksa Pangeran Joyokusumo dan sampai sekarang banyak dikunjungi sebagai tempat menyepi juga setiap tahun sebagai tempat Merti Desa dengan kegiatan pentas wayang kulit).

Masjid Banyuurip
    
    Masjid ini dibangun Ki Guru Wonosalam yang sekarang disebut masjid besar kecamatan Banyuurip.

Pasar Senin
    Pasar Senin merupakan tempat bermain/pasaran Nyi Putri Galuhwati dan hanya pada hari Senin, sampai sekarang masih dipercaya sebagai tempat “midhang” bagi orang yang sembuh dari sakit ataupun terkabul hajatnya).

Sumur Tinatah

    Sumur Tinatah merupakan sumur kembaran dari Sumur Beji. Sumur Tinatah dibuat oleh Ki Manguyu untuk mandi Nyi Putri Galuhwati waktu hamil dengan tujuan kalau lahir putra kelak tampan dan lahir putri kelak cantik, sekarang banyak diambil airnya untuk syarat 7 bulanan orang hamil dan untuk siraman calon pengantin, dinamakan tinatah karena buatan tangan atau dengan istilah ditatah)

Makam Gedhe

    Makam Gedhe merupakan tempat dimakamkannya Nyi Putri Galuhwati dan Ki Manguyu.

Kolam Masjid

    Kolam Masjid dibangun oleh Ki Guru Wonosalam, dahulu sebagai tempat berwudlu yang airnya tidak pernah kering).
Share:
 

Salah satu budaya yang saat ini masih terus dilestarikan oleh Desa Banyuurip adalah diadakannya kegiatan Merti Desa setiap tahun yang dilaksanakan di Punden Parigi sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rejeki dari Tuhan berupa hasil panen. Kegiatan Merti Desa ini dilaksanakan biasanya setelah panen padi musim kemarau. Dalam kegiatan Merti Desa diadakan selamatan tumpengan dan dilanjutkan pentas wayang kulit sehari semalam.
Share:
 

Berikut potensi umum yang dikembangkan di Desa Banyuurip:

  • Pertanian padi, Desa Banyuurip termasuk desa agraris dengan tanaman padi sebagai komoditas utama.
  • Makanan khas srabi, srabi terbuat dari tepung beras dan dibakar menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat ini memiliki rasa gurih dan legit. 
  • Makanan khas gayam, gayam istilahnya sama dengan jengkol tetapi rasanya gurih dan tidak berbau seperti jengkol. 
  • Minuman khas teh teko, teko adalah alat yang berfungsi menyeduh dauh the agar mengeluarkan sari-sarinya. 
  • Batik tulis (romo ngarak), motif batik ini diperkirakan telah muncul pada saat wangsa Syailendra berkuasa sekitar abad ke-8 M. Motif romo ngarak sampai saat ini masih sering digunakan oleh pemerintah pada acara-acara tertentu. 
  • Kesenian kuda lumping, tarian kuda lumping menggunakan anyaman kuda dari bambu atau bahan lainnya yang dibentuk menyerupai kuda, lalu dihiasi dengan rambut tiruan dari tali plastik dan kain berwarna. Selain menampilkan adegan prajurit berkuda, tarian ini juga seringkali menyajikan atraksi seperti kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti memakan beling atau kebal terhadap deraan pecut. 
  • Kesenian rebana, Kesenian Rebana merupakan salah satu kesenian yang bernafaskan Islam keberadaannya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat di Pantai Utara Jawa Tengah mulai dari pedasaan sampai perkotaan. Rebana sebagai salah satu media dakwah, aktifitas kesenian rebana hadir dari berbagai kegiatan kelompok pengajian, kegiatan peringatan hari besar islam, tasyakuran, walimatul Urusy, Walimatul Khitan, Walimatul Hamli, maupun perayaan yang lain.
Share: