Minggu, 17 Desember 2023

 

Berikut potensi umum yang dikembangkan di Desa Banyuurip:

  • Pertanian padi, Desa Banyuurip termasuk desa agraris dengan tanaman padi sebagai komoditas utama.
  • Makanan khas srabi, srabi terbuat dari tepung beras dan dibakar menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat ini memiliki rasa gurih dan legit. 
  • Makanan khas gayam, gayam istilahnya sama dengan jengkol tetapi rasanya gurih dan tidak berbau seperti jengkol. 
  • Minuman khas teh teko, teko adalah alat yang berfungsi menyeduh dauh the agar mengeluarkan sari-sarinya. 
  • Batik tulis (romo ngarak), motif batik ini diperkirakan telah muncul pada saat wangsa Syailendra berkuasa sekitar abad ke-8 M. Motif romo ngarak sampai saat ini masih sering digunakan oleh pemerintah pada acara-acara tertentu. 
  • Kesenian kuda lumping, tarian kuda lumping menggunakan anyaman kuda dari bambu atau bahan lainnya yang dibentuk menyerupai kuda, lalu dihiasi dengan rambut tiruan dari tali plastik dan kain berwarna. Selain menampilkan adegan prajurit berkuda, tarian ini juga seringkali menyajikan atraksi seperti kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti memakan beling atau kebal terhadap deraan pecut. 
  • Kesenian rebana, Kesenian Rebana merupakan salah satu kesenian yang bernafaskan Islam keberadaannya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat di Pantai Utara Jawa Tengah mulai dari pedasaan sampai perkotaan. Rebana sebagai salah satu media dakwah, aktifitas kesenian rebana hadir dari berbagai kegiatan kelompok pengajian, kegiatan peringatan hari besar islam, tasyakuran, walimatul Urusy, Walimatul Khitan, Walimatul Hamli, maupun perayaan yang lain.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar